Showing posts with label Persis. Show all posts
Showing posts with label Persis. Show all posts

Saturday, May 02, 2009

Persebaya vs Persis All out di kandang Bajul Ijo

Pelatih Persis Solo, Eduard ”Edu” Tjong menginstruksikan para pemainnya tampil fight pada laga tandang terakhir putaran kedua Liga Indonesia Divisi Utama melawan Persebaya Surabaya di Stadion 10 November Tambaksari, Surabaya, Sabtu (2/5).

Edu mengakui skuatnya tidak bisa tampil full team. Namun dia tetap meminta Moukwelle dkk bermain all out dengan mengutamakan disiplin di lapangan.
Faktor itu, kata dia, dianggap menjadi salah satu kunci kemenangan sebuah tim. Dia mencontohkan akibat kecerobohan dalam menghadapi lawan, tim berjuluk Laskar Sambernyawa kalah ketika menghadapi tuan rumah Perseman Manokwari pekan lalu.
”Kekalahan Persis di Manokwari itu bukan karena kehebatan lawan, tetapi karena kurang disiplinnya anak-anak dalam bermain. Sehingga pada babak kedua gawang anak-anak bobol,” ujar Edu saat dihubungi Espos melalui Ponsel, Jumat (1/5).
”Tadi (kemarin) saya kembali mengingatkan anak-anak berulang-ulang agar menjalankan disiplin tinggi pada pertandingan. Hal itu kami lakukan agar mereka tidak mudah lupa,” tandas mantan pemain Arseto Solo ini.
Pada bagian lain dia mengatakan telah mencoba rumput Stadion 10 November yang menjadi markas tim berjuluk Bajul Ijo itu. Ditanya soal kemungkinan terjadi teror dari para Bonek (suporter Persebaya) pada pertandingan yang boleh disaksikan penonton itu, Edu mengaku tak khawatir. Sebab saat melawan Perseman dengan kondisi yang hampir sama, anak-anak asuhnya dinilai bisa bermain normal.
Sementara itu Sekretaris Manajer Persis, Abraham ”Bram” EWT mengungkapkan jika berhasil memenangkan pertandingan melawan Persebaya, Persis dinilai sudah aman dari zona degradasi.
”Kami sudah siapkan berbagai strategi guna mengantisipasi lawan. Apapun hasilnya itu soal nanti, yang penting kami telah sepakat bermain dengan motivasi tinggi,” papar Bram.
Kemenangan keempat
Terpisah, kemenangan juga diburu Persebaya. Tuan rumah berharap mampu menumbangkan Persis guna meraih kemenangan keempat beruntun di kandang.
Asisten Pelatih Persebaya, Ibnu Grahan kepada wartawan kemarin mengatakan tiga kemenangan beruntun sebelumnya telah menambah motivasi. ”Secara fisik, kondisi anak-anak cukup bagus, meskipun masa istirahat sangat pendek. Tapi motivasi untuk menang tetap harus dijaga.”
Laga melawan Persis merupakan pertandingan kandang terakhir bagi Persebaya di putaran kedua, setelah secara beruntun mengalahkan Persiba Bantul, PSIR Rembang dan PSS Sleman. - Oleh : ian/Ant

Monday, March 30, 2009

Jadwal Persis Solo selanjutnya

12 April 2009
PERSIBA Bantul PERSIS SULTAN AGUNG
16 April 2009
PSIM PERSIS Mandala Krida
28 April 2009
PERSEMAN PERSIS Sanggeng
02 May 2009
PERSEBAYA PERSIS Gelora 10 November
06 May 2009
PERSIS PERSIKU MANAHAN
10 May 2009
PERSIS PSIR MANAHAN

Wednesday, March 18, 2009

Tetap semangat Berlatih

Ajakan pelatih Persis Solo, Eduard ”Edu” Tjong kepada para pemain yang berdomisili di Solo dan sekitarnya untuk latihan bersama di masa libur kompetisi mendapat sambutan baik dari para pemain. Bahkan sejumlah pemain langsung mengajak berlatih, Selasa (17/3).

”Sebenarnya anak-anak malah banyak yang mengajak latihan sore ini (kemarin-red), tetapi agar semuanya siap, latihan saya putuskan besok (Rabu),” ujar Edu ketika ditemui di mes Persis, Selasa.
Lebih lanjut Edu mengatakan latihan di masa libur itu dinilai amat bermanfaat. Sebab, kata dia, sejumlah pemain terutama yang berasal dari luar kota dinilai sering banyak mengalami penurunan stamina, setelah libur panjang.
”Berdasar pengalaman yang lalu, beberapa pemain dari luar kota sering kali mengalami penurunan fisik. Sehingga ketika hendak menghadapi pertandingan mereka berat sekali,” ungkap mantan pemain Arseto Solo ini.
Pada bagian lain Edu menyatakan, saat ini tengah merancang strategi permainan untuk menghadapi Persiba Bantul seusai Pemilu mendatang. Pada laga itu, dia harus kehilangan salah satu pemain pilarnya, Machia Malock.
Oleh sebab itu dia berharap kondisi kesehatan Luis Requelme yang menjadi salah satu andalan lini belakang segera membaik. ”Tenaga Luis memang sangat dibutuhkan di lini belakang. Karena pertandingan melawan Persiba yang akan datang Persis akan main di Bantul,” tandas dia.
Sementara itu beberapa pemain Persis asal Solo dan sekitarnya kemarin berkumpul di mes Persis. Mereka di antaranya penjaga gawang Wahyu Tri Nugroho dan Wahyu Wiji Astanto. Namun karena belum ada latihan resmi, kedatangan mereka di mes hanya ngobrol bersama.

Tuesday, February 24, 2009

Praperadilan Tunggu Tiga Pihak

Bebasnya, Nova Zaenal dan Bernard Mamadou, tak serta merta menghentikan proses gugatan praperadilan yang diajukan tim pengacara keduanya. Sidang perdana kasus tersebut akan digelar Kamis (26/2) di Pengadilan Negeri (PN) Solo.

''Belum ada kejelasan diteruskan tidaknya masalah ini oleh kepolisian. Tapi kami sudah mendapat kepastian jadwal sidang perdana gugatan praperadilan Kamis (26/2) nanti,'' ujar Ketua Tim Advokasi Sepak Bola Indonesia (TASBI) Heru Buwono SH kepada koran ini.

Apabila kasus ini akan diteruskan oleh kepolisian maka pihaknya siap. Tapi apabila kasus ini dihentikan, Heru meminta kepolisian untuk segera mengeluarkan SP3.''Tapi, ada tidaknya SP3 dari kepolisian untuk menghentikan kasus ini, sidang praperadilan tetap berjalan, tinggal tunggu saja hasilnya,'' bebernya.

Terkait kelanjutan gugatannya, Heru menyatakan TASBI masih menunggu informasi dari tiga pihak. Ketiga pihak ini adalah Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI), Pengprov PSSI Jateng dan manajemen Persis serta Gresik United. ''Apakah gugatan praperadilan akan diteruskan atau tidak kami belum tentukan karena masih menungu koordinasi lagi. Kami juga menunggu kepastian dari kepolisian akan dilanjutkan tidaknya kasus ini,'' bebernya. [im/nan/ko/jawapos]

Tuesday, February 17, 2009

SEPAKBOLA INDONESIA KEMBALI TERANCAM

Lama terdengar gaung revolusi PSSI bergema, ketika itu tuntutan revolusi untuk kemajuan sepakbola Indonesia berkumandang dimana mana, Lupakan revolusi, lupakan mundurnya NH. Semuanya sudah seperti menggarami air laut karena akan sia sia. NH dan kroninya sudah menebar simpati ke kita semua dengan “mengiming-imingi” dengan menjadi tuan rumah piala dunia pada tahun 2018/2022 nanti. Seakan terbius dengan “rayuan” ini Menteri Adhiyaksa Dault secara tegas mendukungnya, padahal kita masih ingat maret tahun lalu ketika ia “mencerca” tentang kebobrokan sepakbola Indonesia dan NH.

Sepakbola yang sedang jalan ditempat ini dipaksa untuk berjalan setapak lagi kebelakang setelah kasus penangkapan Pemain Persis Nova Zaenal oleh kapolda jawa tengah Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo. Peran kapolda yang terlalu agresif ini setidaknya membawa kemunduran pada sepak bola kita.

Dalam sebuah artikel yang ditulis Koran sloops, terlihat sekali kemunduran sepakbola kita kalau kapolda “ikut campur” berikut artikelnya

Komdis PSSI: KUHP tidak berlaku untuk sepakbola

Solo (Espos) Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Hinca Panjaitan, Jumat (13/2), menegaskan KUHP tidak bisa diberlakukan di arena sepakbola karena berlaku lex specialis.

Hinca menuding tindakan polisi melakukan proses hukum menggunakan KUHP terhadap pemain sepakbola yang terlibat pertikaian ketika pertandingan masih berlangsung, sudah melampaui kewenangan penegak hukum itu sendiri.
”Dalam hukum sepakbola seperti yang diberlakukan badan sepakbola dunia (FIFA) berlaku aturan Kode Disiplin Sepakbola dan The Law of The Game sebagai lex specialis. KUHP tidak berlaku. Itulah hukum sepakbola,” tukas Hinca saat dihubungi Espos.
Hinca menegaskan di lapangan sepakbola dan ketika pertandingan sedang berlangsung, yang berhak menghukum pemain hanyalah wasit. Pemain sepakbola yang sedang bermain tidak bisa dikriminalkan.
Oleh sebab itu dia mengimbau Poltabes Solo segera melepaskan Nova Zaenal (Persis Solo) dan Bernard Mamadou (Gresik United) karena tindakan penahanan kedua pemain tersebut sudah menyalahi peraturan.
”Kami mengimbau polisi segera melepaskan kedua pemain tersebut. Dalam waktu dekat kami juga akan segera menemui Kapolda Jawa Tengah (Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo—red), untuk berkordinasi. Kami akan menjelaskan seperti apa wewenang polisi dalam insiden seperti itu,” tegas Hinca.
Kedua pemain ditahan polisi setelah terlibat baku hantam dalam pertandingan Divisi Utama di Stadion Sriwedari, Kamis (12/2). Seusai pertandingan, Nova dan Mamadou langsung digelandang ke Mapoltabes Solo.
Ia mengakui kasus seperti ini baru kali pertama terjadi di Indonesia dan dinilainya sangat aneh. Dia menuding kepolisian sudah melangkah terlalu jauh dari kewenangannya. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Sekjen PSSI, Nugraha Besoes.
Dikonfirmasi terpisah, Direktur Kompetisi Badan Liga Sepakbola Indonesia (BLI), Joko Driyono mengakui usaha persuasif yang coba mereka lakukan sudah menemui jalan buntu. Oleh karena itu mereka akan mengikuti proses yang berlangsung, yaitu lewat jalur hukum.
Joko mengatakan akan mengirim manajer hukum BLI, Tigor Shalom, berangkat ke Solo, Sabtu (14/2) pagi ini. Nantinya mereka juga akan menunjuk penasihat hukum untuk mendampingi para pemain. Sebagai lembaga yang tempat bernaung para pemain sepakbola, BLI berjanji akan melakukan pendampingan penuh.
”Kami sudah berusaha menempuh jalan negosiasi. Tapi kepolisian ternyata tidak bisa dihadapi dengan cara persuasif. Ya sudah kami akan tunjuk penasihat hukum untuk menyelesaikan kasus ini melalui jalan persidangan di pengadilan,” kata Joko.
Joko juga membenarkan bahwa kasus seperti ini baru kali pertama mencuat di Indonesia. BLI akan terus memantau seperti apa masalah ini akan berlanjut. Namun dia berharap semuanya berakhir dengan baik. ”Memang insiden penganiayaan bukan delik aduan. Tapi kejadian seperti itu harus dilihat dari perspektif sepakbola, bukan hukum pidana, karena itu masih dalam koridor pertandingan.”
Joko khawatir kejadian ini bisa berimplikasi buruk bagi sepakbola Indonesia, terlebih penahanan itu juga melibatkan pesepakbola asing. Apalagi jika Mamadou sampai mengadukan kasus tersebut kepada FIFA. Seperti diketahui FIFA bersikap sangat keras jika pemerintah atau lembaga lain mengintervensi aturan sepakbola. - Oleh : yms

Friday, February 13, 2009

Persis vs GU rusuh, 2 pemain ditangkap

Laga Persis Solo melawan Gresik United (GU) pada lanjutan Liga Indonesia Divisi Utama di Stadion R Maladi Sriwedari, Solo, yang berakhir seri 1-1, Kamis (12/2), berlangsung rusuh. Dua pemain, Nova Zaenal (Persis) dan Bernard Mamadou (GU) ditangkap.

Kejadian tersebut sungguh ironis, karena tengah disaksikan oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen (Pol) Alex Bambang Riatmodjo, Kapolwil Surakarta Kombes Pol Taufik Ansorie dan perwira polisi di jajaran Kepolisian Wilayah (Polwil) Surakarta serta Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Solo. Khawatir kerusuhan berlanjut, Kapolda memerintahkan anak buahnya untuk memeriksa dua pemain yang terlibat bentrok.
Striker Persis Solo Nova Zaenal, pemain GU Bernard Mamadou, perangkat pertandingan (wasit dan asisten wasit) beserta pengawas pertandingan (PP) langsung diperiksa polisi di Mapoltabes Solo seusai laga.
Pada bentrok Wilayah Timur yang juga disaksikan Walikota Solo, Joko Widodo itu, kerusuhan dipicu oleh pertikaian Nova dan Bernard saat pertandingan kedua kesebelasan tengah berlangsung. Namun tak jelas siapa yang memulai keributan, karena ketika insiden terjadi mata penonton banyak tertuju di lapangan sebelah utara (ke arah bola). Sedangkan saat itu Nova dan Bernard berada di posisi selatan.
Wasit I Made Mudita dari Bali mengungkapkan saat terjadi insiden, dia tengah fokus ke pemain GU, Javier Rocha yang sedang terjatuh.
”Tiba-tiba ada pemain bersitegang. Saya ke asisten wasit I, Kustana dan dia juga mengatakan tidak melihat pemukulan. Kedua pemain itu langsung telah saya beri kartu kuning,” katanya. Sedangkan Nova mengungkapkan sebelum dipukul dia mendatangi Mamadao karena pemain asing itu tidak melakukan tendangan fair play seusai terjadi insiden kecil.
”Saat saya tegur, dia langsung memukul. Saya sempat emosi dan mengejarnya, tapi tidak sempat memukul karena langsung dilerai,” ujarnya.
Pemeriksaan kedua pemain tidak terlepas dari pernyataan Kapolda di stadion sebelum pertarungan kedua kesebelasan dimulai. Dia mengingatkan akan menindak tegas pemain, wasit, penonton atau siapapun yang memicu kerusuhan di lapangan. Kapolda menandaskan hal itu guna meningkatkan kualitas persepakbolaan di Indonesia.
Pertikaian antara Nova dan Bernard terjadi pada babak kedua ketika kedudukan sementara 1-0 untuk Persis. Keduanya memicu pemain lain belarian ke lapangan bagian selatan, di mana Nova tergeletak. Tak lama kemudian sejumlah aparat kepolisian yang menjaga ketat laga itu ikut melerai kejadian tersebut. Beruntung pendukung dari kedua kesebelasan masih tertib, tidak masuk lapangan, sehingga polisi tak direpotkan dengan keributan yang meluas.
Turun ke lapangan
Namun kejadian di tengah lapangan itu belum rampung, karena pemain kedua kesebelasan masih bersitegang. Akhirnya, Kapolda yang semula duduk di bangku VVIP langsung turun ke lapangan ikut memberi instruksi kepada anggotanya agar menganmankan kedua pemain yang terlibat keributan.
Nova yang memegangi pelipis kiri karena mengaku dianiaya Bernard sempat digelandang polisi untuk diamankan. Tetapi pelatih Persis Eduard ”Edu” Tjong yang mengetahuinya langsung berlari merebutnya dan menyuruh Nova melanjutkan permainan, karena pertarungan kedua kesebelasan papan bawah ini belum rampung.
Kubu kedua kesebelasan sempat protes atas tindakan polisi tersebut. Karena mereka menilai keributan itu masih di lapangan dan pertandingan masih berjalan. Namun Kapolda bersikukuh melarang pertarungan kedua tim dilanjutkan sebelum kedua pemain yang dinilai mengawali keributan diganti.
”Jangan dilanjutkan dulu sebelum kedua pemain itu diganti,” tegas dia.
Dia berpendapat pihaknya mempunyai wewenang menghentikan suatu pertandingan atau pertunjukan jika terjadi keributan. Karena dia tak ingin mendekati Pemilu ini stabilitas keamanan di Jateng terganggu.
”Saya sendiri sebenarnya pencinta sepakbola. Wong saya dulu juga main bola, tetapi saya tidak ingin setiap pertandingan ada kerusuhan. Saya ingin kualitas sepakbola di Indonesia meningkat,” tegas Kapolda.
Sementara itu Direktur Kompetisi Badan Liga Sepakbola Indonesia (BLI) Joko Driyono mengatakan PSSI akan melihat perkembangan kasus tersebut. Jika para pemain dihadapkan pada kasus hukum, maka PSSI, kata dia, akan menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan di lapangan dan akan mendampingi mereka secara penuh.
Nova dan Bernard akhirnya tetap diperiksa polisi di Mapoltabes Solo. Bernard dibawa ke Mapoltabes didampingi Sekretaris Manajer GU, Jabir. Tak lama kemudian Nova menyusul ke Mapoltabes didampingi Sekretaris Manajer Persis Abraham ”Bram” EWT dan salah seorang Panpel, Sareh S dan Heri Isrianto.

Insiden Sriwedari

Insiden terjadi 20 menit jelang laga berakhir.
Tanpa diketahui jelas, pemain Persis Nova Zaenal tergeletak tak jauh dari pemain Gresik Bernard Mamadou.
Pemain kedua kesebelasan menghampiri lokasi kejadian.
Disusul saling kejar dan dorong.
Kapolda Jateng, Kapolwil Surakarta dan Ketum Persis turun ke lapangan untuk meredam situasi.
Kedua pemain tetap saling kejar dan dorong.
Puluhan petugas keamanan masuk lapangan, laga tertunda sekitar 10 menit. - Oleh : Iskandar, Dewan Wahyudi, Danang Nur Ihsan(espos)

Thursday, February 05, 2009

3 Pilar Persis bakal absen Edu: Tak ada yang perlu dikhawatirkan

Pelatih Persis Solo, Eduard “Edu” Tjong mengaku tak khawatir dengan kondisi timnya kendati tiga pemain pilarnya bakal absen pada laga krusial melawan Persema Malang, Sabtu (7/2).
“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena kami kan mempunyai stok banyak pemain. Posisi pemain yang terakumulasi kartu kuning itu kan bisa diganti dengan stok pemain yang ada. Misalnya ada Machia, Nova, Irwan, Ispriyanto, Imam, Joned, Dimas dan sebagainya. Jadi kami tidak khawatir,” kata Edu kepada Espos, Rabu (4/2).
Seperti diwartakan dalam harian ini tiga pemain pilar Persis masing-masing Yanuar, Nur Kholiq dan Eko tak akan bisa memperkuat Persis saat menghadapi laga melawan Persema Malang. Karena ketiga punggawa tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu telah mengakumulasi dua kartu kuning (SOLOPOS, 4/2).
Lebih lanjut Edu mengutarakan Kamis (5/2) pagi ini akan mulai berlatih. Rencananya jika pada sore harinya tak turun hujan dia akan membawa Imam Rochmawan dkk berlatih di Stadion Sriwedari.
Dibenahi
“Tadi (kemarin-red) kami memang tidak latihan, mungkin besok pagi baru akan melaksanakan latihan bersama. Tetapi kalau turun hujan mungkin kami tidak akan latihan,” papar dia.
Menurut dia pada latihan pagi ini akan membenahi kesalahan-kesalahan kecil yang dipantaunya saat bermain tandang di Pasuruan melawan Persekabpas. Dia juga akan mengingatkan para pemainnya untuk lebih fokus dan hati-hati menghadapi pertandingan.
Apalagi, papar dia, calon lawan mainnya pada Sabtu (7/2) merupakan tim papan atas Divisi Utama Liga Indonesia yang baru saja menghajar PSS Sleman 3-1. “Memang ada kesalahan-kesalahan kecil yang harus dibenahi. Karena itu pada sisa waktu yang ada ini saya akan memberi latihan seperti yang sudah kami programkan dan membenahi kekurangan tersebut,” katanya.
Dia menambahkan pada latihan nanti akan memantapkan taktik dan teknik penjagaan lawan. Diharapkan latihan pengulangan itu akan kian memantapkan skuadnya, sehingga saat main tandang ke Malang mendatang Imam Rochmawan dkk telah mempunyai bekal.
Ditanya soal bonus kemenangan saat skuadnya berhasil mempermalukan Persekabpas di Pasuruan, Edu mengaku belum mendapatkannya. “Belum, sampai saat ini kami belum menerima bonus tersebut,” katanya.
Sementara itu Sekretaris Manajer Persis, Abraham “Bram” EWT yang hendak dikonfirmasi terkait persoalan itu hingga tadi malam belum berhasil. Ketika beberapa kali coba dihubungi telepon seluler yang biasa digunakannya tidak aktif. -

Sementara itu pasoejak menggirimkan wakil untuk melakukan tour ke malang. Tejo korwil Bekasi siap berangkat ke malang besok pukul 12.00 Menggunakan Kereta. Loyalitas Tejo memang luar biasa, setelah kemarin Bersama Toni Karwang Cs MElakoni Tour ke Sleman. Selahkan Menghubungi Tejo Jika anda ingin ikut tour ke malang
Oleh : Iskandar espos/ arista

Wednesday, February 04, 2009

Persis geser Persekabpas

Persis Solo berhasil menggeser Persekabpas Pasuruan setelah pada lanjutan laga Divisi Utama Liga Indonesia putaran II di Stadion R Soedrasono, Pasuruan, Selasa (3/2), menaklukkan tuan rumah 2-1 (1-1).

Dengan demikian tim berjuluk Laskar Sambernyawa ini naik peringkat di urutan ke-13 atau nomor dua dari bawah. Kedua tim sama-sama mengoleksi poin 10, namun Persis memasukkan gol 13 dan kemasukan 20, lebih produktif ketimbang lawannya yakni 8-23. Dua gol Persis masing-masing dicetak Nova Zaenal menit ke-4 dan Anindito menit ke-80. Persekabpas memperkecil kekalahan melalui Fery Liga Saputra menit ke-28.
Pelatih Persis, Eduard “Edu” Tjong mengaku puas dengan kemenangan itu. “Tadi anak-anak bermain bagus, bahkan lebih bagus ketika menghadapi PSS Sleman di Sleman beberapa waktu lalu,” ujar dia ketika dihubungi seusai pertandingan.
Menurut dia kunci kemenangan timnya terletak pada displin para pemain dalam mengawal daerah masing-masing, fighting spirit yang tinggi dan ketenangan mental mereka. Kondisi itu mengakibatkan para pemain bisa tampil lepas saat menghadapi lawan.
Dia menambahkan sebelum bermain pihaknya telah memompa semangat para pemain. Sehingga mental bertanding skuad Kota Bengawan ini naik. “Kami memang mengatakan kepada anak-anak agar tidak takut kalah, meski harus tetap waspada. Instruksi itu tampaknya bisa dimengerti anak-anak dan diimbangi dengan fighting spirit yang tinggi sehingga berhasil memenangkan pertandingan,” ungkap Edu.
Disambut haru
Namun kemenangan pada pertarungan tandang di Jatim ini harus ditebus dengan mahal. Karena tiga pilar Persis masing-masing Nova, Yanuar dan Eko tak akan bisa memperkuat Persis pada laga selanjutnya, akibat terkena akumulasi kartu kuning.
Lebih lanjut Edu mengatakan dua gol skuadnya ke gawang lawan terjadi dari serangan balik yang gagal diantisipasi Persekabpas. Sedangkan gol Persekabpas ke gawangnya terjadi akibat salah pengertian barisan lini belakang, sehingga Fery berhasil membobol gawang Persis.
Sementara itu Asisten Manajer Persis, Abraham “Bram” EWT menambahkan kemenangan pada laga tandang di Pasuruan itu disambut haru seluruh punggawa yang ada di Pasuruan. Sehingga setelah peluit akhir tanda pertarungan kedua kesebelasan berakhir ditiupkan wasit Ahmad Suparman dari Bandung, seluruh punggawa larut dalam kegembiraan di lapangan.
“Sebelum pertandingan dimulai kami memang sempat memompa semangat anak-anak. Karena jika berhasil menang akan membuka peluang untuk lepas dari zona degradasi,” katanya sambil menambahkan selepas pertandingan tersebut timnya terus pulang, meski pada Sabtu (7/2) akan main tandang lagi menghadapi Persema Malang di Malang.
Sedangkan kekalahan ini memicu kekecewaan ribuan pendukung tuan rumah. Sakeramania (julukan suporter Persekabpas) menuntut pelatih Abdul Muntholib diganti dan membakar kostum tim sebagai pelampiasan kekecewaan. ”Motivasi pemain juga sedikit menurun, tapi saya tidak tahu penyebabnya.”
Manajer Persekabpas Eddy Paripurna membantah penyebab utama kekalahan timnya karena motivasi pemain yang menurun, namun mengakui gaji pemain belum diselesaikan. “Mohon dimaklumi, Persekabpas tanpa didukung dana APBD sehingga main saja sebenarnya sudah untung.” - Oleh : ian/Ant espos

Monday, February 02, 2009

Rudy Tak Minta Ampunan Nurdin

Maraknya penghapusan sanksi yang dikeluarkan PSSI ternyata tak membuat Ketua Umum Persis F.X Hadi "Rudy" Rudyatmo ikut-ikutan minta ampunan. Rudy menegaskan tidak akan meminta keringanan atas hukuman yang diberikan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada dirinya.

Rudy dikenai sanksi larangan berkecimpung di dunia sepak bola nasional selama dua tahun lantaran sikap Persis yang tak mengikuti ajang Copa Indonesia IV. Saat ini sejumlah pelaku sepak bola di tanah air yang dikenai sanksi komdis malah mendapat pengampunan dari Ketum PSSI Nurdin Halid.

Namun, Rudy tetap akan tak mengindahkan sanksi tersebut. Sejak diberlakukannya sanksi itu, Rudy tetap mendampingi Persis saat berlaga di kandang sendiri. Dia bahkan tiga kali duduk di bench pemain cadangan saat Laskar Samber Nyawa (julukan Persis) menjamu Persema Malang, Persekabpas Pasuruan, dan PSS Sleman.

''Silakan beri saya sanksi. Dengar-dengar, sanksi saya ditambah satu tahun lagi. Jadi, totalnya tiga tahun saya tidak boleh mendampingi Persis. Saya tetap tidak akan menanggapinya, apalagi banding,'' ujar Rudy kemarin (31/1).

Kabar tersebut tidak membuat Rudy takut. Sebab, hukuman larangan mendampingi Persis tiga tahun tidak akan dilalui. Sebab Rudy tinggal menyisakan waktu dua tahun lagi untuk menjadi ketum Persis. ''Lucu kalau hukuman ditambah, tapi masa jabatan saya sudah habis dalam dua tahun lagi. Terus sisa hukuman satu tahun dibebankan kepada siapa?'' bebernya.

Disinggung soal dihapusnya sanksi beberapa pemain dan pengurus klub dari PSSI, Rudy tak menghiraukannya. ''Dulu komdis sudah memanggil saya. Tapi, saya tak mau datang karena memang hukuman itu sangat aneh, apalagi sekarang muncul keanehan-keanehan lainnya,'' bebernya.

Dia menganggap, penghapusan hukuman beberapa pelaku sepak bola, termasuk PSIR Rembang, sangat aneh. Dia menilai, PSSI tidak konsisten dengan penghapusan sanksi yang sudah dijatuhkan komdis kepada PSIR Rembang. ''Kalau memang sudah dijatuhi sanksi, ya sudah. Jangan malah kemudian dihapus setelah sanksi dijatuhkan,'' terang dia. [im/nan/ko/jawapos]

Friday, January 30, 2009

Persis Solo kandas di Sleman

Satu-satunya gol yang dicetak Eka Santika di menit awal pertandingan berhasil mengantarkan tuan rumah PSS Sleman unggul 1-0 melawan Persis Solo pada pertandingan perdana putaran kedua Divisi Utama wilayah timur di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis sore.

Gol Eka Santika tercipta melalui tendangan cukup keras pada menit ketujuh memanfaatkan umpan Busari di depan gawang Persis Solo. Tendangan tersebut gagal diantisipasi kiper Persis Solo Wahyu Tri Nugroho.

Pada babak pertama PSS lebih banyak menyerang dan mendominasi permainan dan Persis cenderung bertahan serta sesekali mengandalkan serangan balik.

para pemain PSS Sleman sempat menciptakan beberapa peluang namun hanya mampu menghasilkan satu gol. Sedangkan Persis Solo yang mengandalkan serangan balik juga memiliki peluang tapi juga gagal berbuah gol.

Sementara itu, pada babak kedua Persis Solo meningkatkan tempo permainan dan bermain menyerang, sehingga mereka lebih menguasai permainan di lapangan untuk mengejar ketinggalan angka dari PSS Sleman.

Pemain Persis Solo yanag bermain menyerang tersebut sempat menciptakan sejumlah peluang namun gagal dalam penyelesaian akhir. Sebaliknya PSS yang lebih dulu unggul satu angka cenderung bertahan dan mengandalkan serangan balik.

Selama babak kedua permainan didominasi pemain Persis Solo hingga wasit meniupkan peluit panjang tanda pertandingan usai.

Wasit Suandi dari Malang mengeluarkan enam kartu kuning yakni tiga untuk pemain Persis Solo Wahyu Wiji Astanto, Molki Aliva Hakim dan Mou Kwele. Sedangkan tiga pemain pemain PSS Sleman juga diganjar kartu kuning yaitu Anwaruddin, Sinangjono dan Agus Pujiono.

Pertandingan yang ditonton lebih dari 10.000 penonton berlangsung di bawah hujan rintik-rintik yang turun pada pertengahan babak kedua hingga pertandingan usai.

Usai pertandingan, pelatih PSS Maman Durrahman mengatakan, meskipun pada babak pertama anak asuhannya mendominasi permaianan, namun pada babak kedua justru tempo permainan menjadi turun karena fisik pemain tidak mendukung.

Ketahanan fisik pemain masih menjadi faktor kelemahan timnya,sehingga babak kedua hanya mampu bertahan. Selain itu, umpan bola kurang akurat sehingga sering terjadi salah umpan

"Namun, kami bersyukur bisa menang dan meraih tiga poin sesuai yang semula kami targetkan," kata Maman. Sedangkan pelatih Persis Solo Edward Tjong mengatakan, pemain asuhannya kurang konsentrasi, sehingga banyak peluang gagal dijadikan gol.

"Selain itu, penyelesaian akhir masih lemah, sehingga permainan perlu dibenahi dan itu menjadi `PR` buat saya," katanya. [antara]
Photo babe solomania

Thursday, January 29, 2009

Slemania jemput Pasoepati di Prambanan

Rombongan Pasoepati Solo yang hendak menyaksikan bentrok antara Persis Solo lawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (29/1), akan dijemput Slemania di Prambanan.

Penjemputan dilakukan guna menghindari kemungkinan bentrok dengan suporter PSIM Yogyakarta, Brajamusti.
”Kami sudah berkoordinasi dengan Slemania dan mereka sanggup menjemput kami di perbatasan Jateng-DIY di Prambanan. Hal itu dilakukan guna menghindari gangguan dari oknum yang mencoba membuat kisruh, misalnya Brajamusti,” ujar Wakil Sekjen Pasoepati Solo, Adhy Fajar kepada Espos di Solo, Rabu (28/1).
Menurut dia, saat ini hubungan antara Pasoepati dengan Brajamusti tidak harmonis menyusul berbagai kejadian yang terjadi di masa silam. Hal itu, kata dia, berbeda hubungan antara Pasoepati dengam Slemania yang selama terjalin dengan baik, meski saat PSS bertandang ke Stadion Sriwedari di putaran pertama, Panpel Solo tidak memberikan kuota.
Pada bentrok PSS melawan Persis sore ini, ujar Adhy, Panpel PSS memberi kuota kepada Pasoepati sebanyak 8.000 orang. Untuk itu Pasoepati telah membuka pendaftaran tur ke Sleman dengan memberitahukan hal itu ke berbagai koordinator wilayah (Korwil).
Diharapkan Kamis pagi ini seluruh Korwil telah memberi laporan jumlah peserta yang akan ikut kepadanya, sehingga memudahkan koordinasi. ”Sampai sore ini hampir 1.000 orang telah mendaftarkan diri ikut ke Sleman. Kalau total yang akan ikut baru akan kami ketahui besok (hari ini), karena teman-teman di Korwil belum semua lapor.”
Dukungan
Rencananya rombongan Pasoepati itu akan berangkat ke Sleman menggunakan berbagai kendaraan di antaranya, truk, sepeda motor, bus dan sebagainya. Secara resmi mereka akan berangkat bersama-sama dengan berkumpul terlebih dahulu di pintu selatan Stadion Manahan Solo.
Secara terpisah Presiden Pasoepati, Satryo Hadinagoro mengatakan pihaknya siap mendukung Laskar Sambernyawa saat menghadapi PSS. ”Kami siap membesarkan Persis. Apalagi sekarang Pasoepati sudah kembali ke khitah yaitu sebagai suporter sejati. Karena itu sekarang Pasoepati tidak terlibat dalam kepanitiaan.”
Dia juga menyatakan rasa terima kasihnya kepada Slemania yang dinilai tetap menghormati Pasoepati. - Oleh : ian

Tuesday, January 27, 2009

Slemania Siap Sambut Pasoepati

Slemania patut mendapatkan acungan jempol. Dengan berbesar hati, kelompok pendukung PSS Sleman itu memberikan kesempatan kepada Pasoepati, kelompok suporter Persis Solo, untuk hadir pada laga PSS versus Persis di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada 29 Januari mendatang.

Kuotanya pun lumayan banyak, 8.000 orang. Jumlah tersebut nyaris sepertiga dari kapasitas stadion milik PSS yang mencapai 30 ribu tempat duduk itu. Padahal, panpel Persis tidak memberikan jatah kepada Slemania untuk hadir di Stadion Sriwedari, Solo, pada putaran pertama Kompetisi Divisi Utama 2008/2009 lalu.

"DPP Pasoepati sudah mendapatkan kuota dari panpel dan Slemania 8.000 orang," ujar Narno Gempar, koordinator tur Pasoepati, kepada Radar Solo (Jawa Pos Group) kemarin (26/1).

Pemberian kuota itu diterima DPP pada Minggu (25/1). Melalui koordinasi kedua belah pihak, akhirnya disepakati pendukung Persis diberi jatah 8.000 orang. Hasil koordinasi lainnya, Pasoepati dijatah duduk di tribun selatan gawang dengan harga tiket Rp 10 ribu.

Sayang, Pasoepati belum memutuskan berapa jumlah anggotanya yang akan dikirim ke Sleman. Mereka sepertinya masih kaget dengan besarnya kuota yang diberikan Slemania. Untuk menindaklanjuti pemberian kuota tersebut, rencananya DPP akan mengundang seluruh korwil Pasoepati. Mereka nanti akan mendata siapa saja yang akan ikut berangkat.

Hingga kini pihak DPP belum mengantongi nama-nama anggota Pasoepati yang turut mendukung Persis ke Sleman. Sebab, pendaftaran dilakukan sebatas di tingkat korwil. [im/nan/diq/jawapos]

Tuesday, January 06, 2009

Jadwal Putaran kedua Divisi Utama - Liga Esia

Jadwal putaran kedua mulai di helat tanggal 25 januari ini, dan persis baru berlaga pada tanggal 29 januari di sleman melawan PSS.
Pasoejak berencana melakukan Tour ke Sleman Untuk info Tour ke sleman Hubungi
Tejo 0856 9353 3809
Toni 0813 1796 8484


untuk melihat jadwal lengkap pertandingan seluruh TIM klik disini




1