Monday, December 31, 2007

SOLO BUTUH BANTUAN ANDA





Ratusan korban banjir di sejumlah wilayah di Kota Solo yang kini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian mengeluhkan minimnya ketersediaan alas tidur dan selimut ditempat mereka.

"Padahal sekarang udaranya dingin sekali. Belum lagi kalau turun hujan. Kalau bisa, tolonglah kami dibantu," kata Suminah, 70, warga Kampung Mojo, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kamis (27/12).

Suminah merupakan salah satu korban banjir yang masih bertahan di pengungsian. Meski sejak Kamis dini hari air luapan Sungai Bengawan Solo yang menenggelamkan pemukiman mereka telah surut. Ia bersama ratusan warga lain belum berani pulang ke rumah.

Selain masih trauma, rumah sederhana yang ditempatinya sejak 40 tahun lalu itu belum bisa ditempati lagi. Sebagian besar lantai dan perabotan yang ada, termasuk tempat tidur masih dipenuhi lumpur.

Lokasi rumah Suminah memang merupakan wilayah yang paling parah terkena banjir Rabu (26/12). Ketinggian air yang berasal dari luapan Sungai Bengawan Solo akibat hujan deras itu bahkan mencapai atap rumah.

"Sekarang memang airnya sudah surut. Tapi, terus-terang Saya masih takut. Apalagi sekarang masih mendung terus," katanya.

Suminah dan ratusan pengungsi lain ditempat itu mengaku tidak tahu sampai kapan dirinya akan bertahan di tenda darurat yang didirikan diatas tanggul yang berada disisi sebelah Timur kampung mereka itu.

"Yang pasti, sampai keadaan betul-betul aman," ujar Ahmad, 45, seorang warga lain menambahkan.

Untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum sehari-hari, para pengungsi itu mengandalkan pasokan dari sebuah dapur umum yang didirikan para sukarelawan.

Untuk persoalan logistik, menurut Ahmad, sampai sejauh ini tidak ada masalah. Karena bantuan dari Pemkot Solo maupun sumbangan masyarakat terus mengalir. Yang masih kurang dan banyak diperlukan mereka saat ini adalah alas tidur, selimut, dan obat-obatan.

"Juga makanan dan susu bayi. Soalnya di sini juga banyak anak-anak balita,"

LOKASI Wilayah banjir hingga Jumat (28/12)
Kecamatan Jumlah Pengungsi
Jebres:
Kelurahan Sudiroprajan 233 KK atau 1.062 jiwa
Kelurahan Jebres 410 KK atau 1.578 jiwa
Kelurahan Pucangsawit 1.170 jiwa
Kelurahan Sewu 7.700 jiwa
Kelurahan Jagalan 3.320 jiwa
Kelurahan Gandekan 195 KK

Pasar Kliwon:
Kelurahan Sangkrah 465 KK
Kelurahan Pasar Kliwon 6 KK atau 30 jiwa
Kelurahan Semanggi 1.033 KK atau 4.732 jiwa
Kelurahan Joyosuran 1.004 jiwa
Kelurahan Kedunglumbu 150 KK dan bertambah 750 jiwa
Serengan:
Kelurahan Joyontakan 1.650 KK atau 8.000 jiwa
Kelurahan Danukusuman belum melaporkan
Keterangan: Hingga Jumat (28/12) pukul 13.00 WIB total jumlah pengungsi 34.309 jiwa. Sumber: Posko Induk Penanggulangan

kami pasoepati jabodetabek juga turut berduka cita. bagi rekan yang ingin menyumbangkan sedikit bantuan buat solo. kirim kan sumbangan anda ke BNI NO REK 511111-6 a/n Arief ruswanto untuk konfirmasi hubungi 08161693197 atau 08568772450

bantuan anda berharga buat dulur kita di solo dan sekitarnya. insya allah amanah ini akan kita jaga

0 komentar:

1