Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Monday, January 26, 2009

Panpel Pertandingan Indonesia vs Australia Cetak 75.523 Lembar Tiket

Panitia pertandingan Pra Piala Asia (PPA) 2011 antara Indonesia vs Australia akan menerapkan sistem penjualan tiket seperti di AFF Suzuki Cup 2008 lalu. Tiket box baru akan dibuka pada saat hari-H pertandingan. Namun, khusus untuk tiket VIP sudah bisa dilakukan pemesanan dengan jumlah minimal sepuluh tiket.

Total tiket yang dicetak panitia adalah sebanyak 75.523 lembar. Tiket ini akan disebar dalam lima kategori. Tiket paling mahal Rp 100 ribu dan paling murah Rp 20 ribu. Rinciannya adalah :

VIP Barat: Rp 100 ribu
VIP Timur: Rp 50 ribu
Kelas I: Rp 50 ribu
Kelas II: Rp 30 ribu
Kelas III: Rp 20 ribu

Tim Australia sendiri telah melakukan pemesanan sebanyak 500 lembar tiket kepada panpel pertandingan.

Selain masalah tiket, Panpel juga telah menyatakan siap menyelenggarakan pertandingan dengan lancar. “ Persiapan kita sudah sangat matang menghadapi laga penting ini. Seluruh perizinan dengan pihak kepolisian maupun penggunaan Stadion Utama Gelora Bung Karno sudah beres. Kita juga akan meningkatkan keamanan di sekitar wilayah ring road Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, hotel dan tempat latihan tim tamu,” kata Max Boboy, Sekretaris Panpel PPA 2011.

Tim Australia sendiri akan menginap di Hotel Mulia, Senayan Jakarta. Mereka akan menggunakan Stadion Soemantri Brojonegoro sebagai tempat latihan selain Stadion Utama Gelora Bung Karno. (asp)

Friday, January 23, 2009

Timnas Langsung Fokus Pada Taktik & Strategi Menghadapi Australia

Pelatih timnas Indonesia, Benny Dolo, langsung memberikan latihan taktik dan strategi kepada anak asuhannya dalam latihan perdana di Lapangan timnas PSSI, Senayan Jakarta, Kamis (22/1) sore. Benny Dolo nampaknya tidak ingin waktu yang tersisa jelang laga melawan Australia, Rabu (28/1) terbuang percuma.

“ Kita lebih mengarah kepada latihan taktik. Anda bisa lihat tadi bagaimana para pemain berlatih permainan bola pendek, angkat bola, back pass bola. Di dalam defense, latihan passing target, sprint sendiri, containing ball, screening ball,” kata Benny Dolo usai latihan.

Benny Dolo menyatakan tetap menggunakan pola 4-3-3 saat menghadapi Australia. Tidak menutup kemungkinan ia kembali menerapkan permainan defensive seperti kala menahan imbang Oman 0-0.

“ Bisa saja kita bermain defensive, namun tetap dengan perbaikan saat mencuri bola, kita harus keluar dengan kecepatan. Seperti yang kita lakukan pada babak pertama menghadapi Oman, di mana banyak peluang yang terjadi lewat Bambang dan Boaz. Intinya, kita akan bermain sesuai dengan kualitas yang kita miliki,” terang Benny Dolo

Dalam latihan tersebut, sudah diikuti oleh Ellie Aiboy dan Rachmat Latief yang baru dipanggil kembali bergabung usai timnas bermain melawan Oman. Sedangkan dua pemain lain yakni Pieter Rumaropen dan Dian Agus Prasetyo masih belum bergabung. Satu lagi pemain yang absen adalah kapten tim Charis Yulianto yang izin karena mendampingi istrinya yang akan melahirkan.

“ Saya sendiri belum tahu alasan tidak hadirnya Dian dan Rumaropen. Tapi mungkin mereka sudah memberikan informasi kepada BTN, karena BTN yang melakukan proses pemanggilan. Namun, hal tersebut tidak mengganggu persiapan kita,” ungkap Benny Dolo.

Terkait kekuatan Australia yang menurunkan pemain lapis keduanya, Benny Dolo menyebutkan bahwa kulaitas tim asuhan pelatih Pim Verbeek tersebut tetap di atas Indonesia.

“ Australia adalah tim besar. Pertandingan – pertandingan terakhir mereka sudah menggunakan pemain dari liga lokal mereka. Jangan lupa, saat Piala Asia 2007 lalu, kegagalan mereka karena memakai pemain yang bermain di Eropa,” urai Benny Dolo.

Meski begitu, Benny Dolo bukan berarti pesimis melihat peluang timnya menghadapi Australia. Ia hanya bersikap realistis. " Hasil seri tetap sesuatu yang realistis. Pada dasarnya kita tetap memiliki target untuk menang, namun kita harus realistis juga. Lebih bagus kita tertunduk dulu daripada angkat kepala tapi kena peluru di atas, tapi kalau bisa menanduk, tentu lebih bagus," tutur Benny Dolo.

Hingga saat ini, Benny Dolo masih menunggu rekaman pertandingan terakhir tim Australia. Ia sangat berharap segera mendapatkannya untuk menilai kekuatan terakhir Craig Moore dkk. Sejauh ini, Benny cukup mengetahui karakter permainan Australia yang lebih banyak memainkan bola – bola panjang. (asp)

Monday, January 12, 2009

Apa kabar Sepakbola Indonesia

Seorang sahabat di daerah jawa timur, suatu saat pernah aku tanya soal kenapa webnya tidak pernah di isi dengan tulisan yang berbau sepakbola nasional, terutama dnegan PSSI nya, jawabnya simple, Capek mas. “saya dah berkali kali menulis soal NH dan PSSi nya tetapi makin lama kondisi persepakbolaan Indonesia makin terpuruk, entah bahasa apa yang bisa menggambarkan keadaan ini. Bangun suporter itu nama web dia, beberapa bulan bahkan hamper satu tahu terakhir saya tidak melihat ada tulisan baru disana, padahal sebelumnya web ini adalah bacaan rutin saya selain web pak bambang. Setali tiga uang dengan web bangun supporter, Web dedengngkot blog wonogiri tersebut juga jarang sekali di Update.

Benarkah sepakbola Indonesia sudah tidak mempunyai daya pikat untuk ditulis, terpuruknya kondisi timnas, PSSI yang makin aneh statusnya, Regulasi kompetisi yang kacau dan selalu di undur – undur. Semakin membuat keengganan untuk menuliskan tentang sepakbola nasional. Tapi kalau bukan kita siapa lagi, demikian gumam saya, hitam putih nya sepakbola kita sebagai warga Negara Indonesia kita terutama saya tetap kan terus mendukungnya.

Kompetisi lokal yang diundur
Keanehan jadwal dari BLI membuat euphoria masyarakat pecinta bola nasional semakin terasa enggan untuk dating ke stadion karena tidak jelasnya jadwal, berkali – kali BLI melakukan hal yang serupa dari tahun ketahun, ketidak profesionalan ini membuat sepakbola Indonesia akan susah bersaing di tingkat internasional.

Timnas yang Minim Prestasi
Target timnas tahun ini gagal total, ketika mereka menargetkan untuk minimal masuk ke final Piala AFF namun di semifinal mereka kandas di tangan Thailand. Eforia merah putih yang hadir di senayan serasa tidak menjadikan timnas makin semangat, entah karena faktor ketidakjelasan kompetisi yang membuat hal – hal tersebut terbawa ke Tim nas. Menghadapi Australia tanggal 28 Januari nanti, GBK mungkin tidak akan terpadati oleh para supporter merah putih, tapi semoga saja tidak.

PSSI yang Tidak jelas Statusya
Dari awal tahun 2008 hingga akhir tahun 2009 Status NH yang tidak jelas makin memperunyam sepakbola tanah air. Exco seolah – olah ingin melegalkan NH menjadi ketua PSSi samapai akhir jabatannya, padahal jelas FIFA mengultimatum PSSI agar segera merevisi statutanya, sampai tahun 2009, sepakbola kita tidak jelas siapa “bapaknya” wajar jika sepakbola kita makin terpuruk

Sunday, December 21, 2008

Indonesia Gagal Melaju Ke Final AFF Suzuki Cup 2008

Kandas sudah harapan Indonesia untuk melaju ke final AFF Suzuki Cup 2008 usai dikalahkan Thailand 1-2 dalam leg-2 Semi final di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (20/12). Ini merupakan kekalahan kedua bagi Indonesia dari Thailand dalam system home and away. Thailand sendiri memastikan diri tampil final setelah unggul agregat 3-1 atas Indonesia

Tampil dengan pola dan komposisi pemain yang berbeda dari sebelumnya, Indonesia sebenarnya mampu unggul lebih dulu pada menit ke-10 babak pertama melalui Nova Arianto. Kecolongan lewat gol cepat Nova tersebut, membuat Thailand langsung memborbardir serangan ke gawang Indonesia. Tim Indonesia yang kali ini menggunakan tiga stopper dalam formasi 3-5-2, harus jatuh bangun mempertahankan gawangnya dari serangan bertubi-tubi dari pemain Thailand.

Penampilan gemilang Markus Harison turut pula membantu Indonesia dalam mempertahankan keunggulan hingga usai babak pertama.

Di babak kedua, Indonesia tetap belum bisa keluar dari tekanan pemain Thailand. Praktis, tim asuhan pelatih Benny Dolo ini hanya mampu bermain bertahan. Sebaliknya dengan Thailand yang mulai melancarkan berbagai macam variasi serangan kewat umpan – umpan silang maupun tendangan jarak jauh.

Setidaknya dua tendangan bebas dihadiahkan wasit kepada Thailand akibat pelanggaran yang dilakukan pemain Indonesia beberapa meter dari kotak penalti. Beruntung tak satu pun yang berbuah gol.

Sebenarnya, di tengah tekanan yang datang bertubi – tubi, Indonesia masih sesekali melakukan serangan sporadis. Budi Sudarsono yang menerima umpan dari Mushafry berhasil mendekati gawang Thailand. Namun karena terlalu lama menahan bola, usahanya tidak terlalu mengancam gawang Thailand.

Tak lama berselang, giliran tuan rumah yang mengancam gawang Indonesia. Pada menit ke-66, Teeratep Winothai yang mendapat umpan jauh berhasil melancarkan tendangan keras di dalam kotak penalti Indonesia. Namun kali ini Markus dengan cekatan menepis tendangan Teeratep.

Namun, gol Thailand memang tinggal menunggu waktu saja. Pada menit ke-71, Teeratep Winothai akhirnya berhasil memperdaya keperkasaan Markus Harison setelah menerima umpan tarik dari Teerasil Dangda. Skor pun berubah menjadi 1-1. rubah menjadi 1-1.

Hasil imbang tidak membuat pemain Thailand berhenti melakukan serangan. berawal dari kemelut di depan gawang Indonesia, pemain Thailand, Ronnachai Rangsiwo berhasil menambah skor bagi timnya di menit ke-88. Skor berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan Thailand.

Ketinggalan 1-2, Indonesia berupaya tampil menyerang. Perubahan taktik pun dilakukan oleh Benny Dolo. Ia memasukkan Irsyad Aras dan Arif Suyono sekaligus. Pola permainan berubah menjadi 5-4-1. Irsyad Aras ditempatkan di gelandang kiri, sementara Arif di gelandang kanan. Mereka diharapkan mampu melayani Bambang Pamungkas lewat umpan – umpan dari sayap. Namun, taktik ini tidak bisa berjalan sempurna karena pemain Thailand masih unggul dalam penguasaan bola. Hingga akhir pertandingan skor tetap tidak berubah, 2-1 untuk Thailand.

Skuad Indonesia :
Penjaga Gawang : Markus Harison

Belakang : Nova Arianto, M Roby, Charis Yulianto (c)

Tengah : Ismed Sofyan, Syamsul Chaerudin (Irsyad Aras), Ponaryo Astaman, Firman Utina, Isnan Ali

Depan : Budi Sudarsono (Bambang Pamungkas), Mushafry (Arif Suyono)

Friday, December 19, 2008

Surat untuk skuad merah putih

dear charis Dkk.
terima kasih atas perjuangan tidak kenal lelah kalian semua. yang terlah terus membawa indonesia hingga semifinal piala AFF ini. walaupun di leg pertama kemarin kita menyerah di tangan thailand. tanggal 20 nanti lagi lagi harapan kami letakkan di pundak kalian semua. semangat, kerja keras, koordinasi tim tentu akan membuat semua menjadi indah.
bukan hal mudah untuk bisa mengalahkan thailan di raja manggala. tapi aku yakin kalian bisa.
teringat beberapa cerita heroik jamn dulu yang mungkin bisa menambah semangat.

ketika piala asia tahun 1996 ketika gool canti widodo dan ronny wabia mengantarkan hasil seri dengan kuwait kala itu. lalu ketika tahun 2004 Budi dan ponaryo mencetak gol ketika menghempaskan qatar di china. dan yang masih terasa begitu digdayanya kita ketika bermain di GBK di piala asia kemarin. walaupun kalah tapi kehormatan tetap disanjungkan buat anda semua. semangat yang luar biasa pantang menyerah adalah kuncinya

thailand memang momok buat kita, tapi semua butuh awal untuk mengakhiri sesuatu dan awal itu adalah menjungkalkan thailand untuk mengakhirinya dengan kemenangan pertama kali buat kita.

apa yang bisa kita banggakan dari indonesia kalau bukan sebuah prestasi, carut marut di liga dan kepengurusan PSSI mungkin akan hilang sejenak, dengan rengkuhan prestasi dari kalian.

aku menunggumu di final nanti di Gelora Bung Karno. Stadion kebanggan kita. tempat yang paling nasionalis diantara tempat lainnya. tidak pernah semerinding DI GBK ketika menyanyikan lagu indonesia raya. dan kami masih menginginkan indonesia raya kembali berkumandang di GBK untuk mengakhiri tahun ini...


HAJAR THAILAND......

Sunday, November 30, 2008

Piala AFF di tengah situasi konflik

Piala AFF 2008 tinggal menghitung hari lagi, 5 Desember nanti, piala yang dihelat di 2 negara itu dimulai. Bertuan rumah di Thailand Dan Indonesia Piala yang disponsori oleh salah satu Pabrikan kendaraan Jepang ini blm terasa gaung nya hingga sekarang. Indonesia lebih beruntung dibanding Thailand, ketika Piala Asia Tahun kemarin, gaung yang tidak terasa hampir sama dengan sekarang, tapi lautan merah putih hadir memenuhi GBK senayan kala itu.

Sebenarnya yang menarik disimak apakah AFC memutuskan indonesia menjadi tuan rumah tunggal, atau tetap menyetujui Tuan rumah Thailand tetap menjadi tuan rumah setelah konflik di negara tersebut akhir akhir ini. Kabar terakhir persatuan sepakbola Thailand sudah memindahkan venue pertandingan kedaerah Pucket. Tinggal kita tunggu hasil dari AFC nanti.


Kalaupun jadi kita menjadi tuan rumah tunggal, mungkin sebuah keuntungan buat kita karena 100% akan bermain di depan ara suporter setianya. Akan tetapi, perlu diwaspadai juga dengan semangat Thailand. Keterpurukan keamanan politik di negerinya justru mungkin akan melecut semnagatnya untuk tampil ngotot. Seperti halnya irak tahun kemarin yang memenangi piala asia ditengah konfilk di negaranya.

Mampukah Indonesia memenangkan piala AFF untuk pertama kalinya?deraan konflik internal di tubuh PSSI, Bentrok antar suporter, pemukulan wasit, liga yang semakin atah berantah karena regulasi regulasi aneh dari BLI. Semoga ini bisa jadi pelecut BP dkk untuk memenangkan piala yang dulu bernama piala tiger tersebut

Data dan fakta Piala AFF dulu Piala Tiger


Hasil

Tahun

Juara

Hasil
(dalam kurung hasil
putaran pertama)

Runner-up

Tuan rumah

2007

Singapura

3 - 2 (2 - 1)

Thailand

Singapura dan Thailand

2004
(Detil)

Singapura

5 - 2 (3 - 1)

Indonesia

Vietnam dan Malaysia

2002

Thailand

2 - 2 (pen. 4 - 2)

Indonesia

Indonesia dan Singapura

2000

Thailand

4 - 1

Indonesia

Thailand

1998

Singapura

1 - 0

Vietnam

Vietnam

1996

Thailand

1 - 0

Malaysia

Singapura

Pencetak gol terbanyak


1