Showing posts with label Tim nasional. Show all posts
Showing posts with label Tim nasional. Show all posts

Wednesday, January 28, 2009

Indonesia Hindari Permainan Individual Menghadapi Australia

Timnas Indonesia akan menghindari permainan individualistis saat bertemu Australia dalam laga Pra Piala Asia 2011, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (28/1). Hal tersebut ditegaskan oleh pelatih timnas Indonesia, Benny Dolo dalam jumpa pers pra pertandingan di Execituve Club Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (27/1).

“ Pemain Australia memiliki pemain dengan postur tubuh di atas pemain Indonesia. Mereka juga bemain sangat padu, terutama dengan permainan bola–bola panjangnya. Untuk mengantisipasinya kita harus bermain secara unit dan tidak bisa mengandalkan permainan individu,” kata Benny Dolo.

Rekaman pertandingan Pra Piala Dunia 2011 antara Australia melawan Bahrain yang berlangsung 19 November 2009, telah disaksikan oleh benny Dolo untuk menilai kekuatan terakhir Australia. Namun, hal itu tetap belum bisa dijadikan pegangan yang kuat, karena materi pemain Australia yang akan dihadapi Indonesia, sangat berbeda jauh.

Menghadapi kenyataan itu, Benny Dolo nampaknya lebih fokus pada persiapan pemainnya sendiri. Ia terus mengasah finishing para pemainnya hingga latihan terakhir yang akan digelar sore ini di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.

“ Seluruh pemain sudah dalam kondisi siap tempur. Perbaikan demi perbaikan sudah kita lakukan, dan hasilnya sangat signifikan. Permasalahan kita sebelumnya adalah kurang optimal dalam menyelesaikan peluang yang kita miliki,” ungkap Benny Dolo.

Sama seperti laga – laga sebelumnya, Benny Dolo menyatakan bahwa dirinya tidak akan menerapkan instruksi khusus kepada pemain belakangnya untuk menjaga salah satu pemain lawan yang dianggap berbahaya.

“ Kita akan bermain normal tanpa ada penjagaan khusus kepada salah satu pemain lawan. Kita lebih menekankan pada permainan unit dengan kerjasama tim yang lebih baik,” tegas Benny Dolo. (asp)

Tuesday, January 20, 2009

Indonesia berhasil menahan Oman

OMAN, SENIN - Indonesia untuk sementara mampu menahan imbang tanpa gol tuan rumah Oman. Kedua tim yang tergabung di Grup B ini sedang melakoni laga pertama babak kualifikasi Piala Asia 2011.

Dalam laga di Sultan Qaboos Sports Complex, Senin (19/1), Oman lebih mendominasi pertandingan. Disaksikan puluhanribu suporternya, tim besutan Claude Le Roy ini yang baru saja menjuarai Piala Teluk, terus membombardir pertahanan Indonesia.

Namun, gempuran Ismail Al Ajmi dan kawan-kawan tak mampu mengoyak jala gawang tamu. Markus Horison yang berdiri di bawah mistar gawang Indonesia patut mendapat acungan jempol, karena kiper berkepala plontos tersebut melakukan sejumlah aksi gemilang untuk menggagalkan beberapa peluang Oman.

Sementara itu, Indonesia yang lebih berkonsentrasi pada pertahanan juga memiliki kesempatan mencetak gol. Peluang terbaik dimiliki Boaz Salossa yang lebih dulu melakukan aksi individu sebelum melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti. Beruntung, penjaga gawang Ali Al Habsi mampu mengantisipasi dan menepis bola keluar sehingga hanya melahirkan tendangan pojok.

Indonesia tergabung di Grup B bersama dengan Oman, Australia dan Kuwait. Setelah melawan Oman, tim besutan Benny Dollo ini akan kembali ke Tanah Air untuk mempersiapkan diri menghadapi Australia di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1). (LOU)

Monday, January 19, 2009

Jangan Gentar Hadapi Juara Piala Teluk

Dalam beberapa jam ke depan, Indonesia akan mengawali kiprahnya dalam Pra Piala Asia 2011 menghadapi Oman di Sultan Qaboos Sports Complex, Muscat, Oman. Sebuah pertandingan yang cukup berat mengingat Oman saat ini berpredikat sebagai yang terbaik di antara negara – negara arab lainnya.

Prestasi kedua tim dalam sendiri, memang sangat bertolak belakang. Oman baru saja menjuarai Piala Teluk 2009 setelah mengalahkan Arab Saudi di final, Sabtu (17/1) lalu. Sedangkan Indonesia justru gagal meraih yang terbaik di kawasan regional ASEAN dalam AFF Championship 2008.

Jika melihat pada fakta yang ada, memang peluang Indonesia sepertinya sangat tipis untuk bisa mencuri poin di Oman. Bahkan Oman memiliki catatan rekor tidak pernah terkalahkan dalam delapan pertandingan terakhir sejak ditangani pelatih Claude Le Roy. Lawan yang dihadapi pun bukan sembarangan, diantaranya mereka mengalahkan Iraq, Bahrain, Qatar dan China. Dari delapan pertandingan tersebut pun, gawang Oman yang dikawal Al Habsi baru kebobolan satu gol saat menang 3-1 atas China Desember tahun lalu.


Namun, sejarah mencatat, Indonesia memiliki rekor yang bagus saat menghadapi tim – tim juara Piala Teluk.

Pada tahun 1996, Indonesia berhasil menahan imbang Kuwait 2-2 di laga perdana Piala Asia 1996 di UAE. Saat itu, Kuwait adalah juara Piala Teluk 1996 dengan mengalahkan Qatar.

Prestasi serupa berlanjut dalam Piala Asia 2000 di Lebanon. Indonesia yang diasuh pelatih Nandar Iskandar kembali membuat kejutan dengan menahan Kuwait 0-0 di laga perdana Piala Asia 2000. Jassem Al Houwaidi dkk saat itu begitu frustasi menembus pertahanan Indonesia yang bermain defensive dengan dikomandoi oleh Sudirman yang saat ini menjadi asisten pelatih Benny Dolo. Kuwait sendiri saat itu berpredikat sebagai juara Piala Teluk 1998. Sedangkan tahun 2000, Piala Teluk tidak digelar.

Prestasi paling gemilang terjadi pada Piala Asia 2004 di China. Indonesia mencatat kemenangan 2-1 atas Qatar yang merupakan Juara Piala Teluk 2004. Tragisnya lagi, kemenangan tersebut membuat pelatih Qatar, Phillipe Trousiere harus menerima pemecatan dari asosiasi sepakbola Qatar.

Sederetan fakta tersebut memang hanyalah catatan sejarah. Namun, hal itu menunjukkan bahwa tetap ada peluang bagi Indonesia untuk mengimbangi Oman dalam pertandingan nanti. Paling tidak, catatan tersebut bisa menjadi spirit bagi Charis Yulianto dkk agar tidak gentar menghadapi lawan yang memiliki kualitas lebih baik. (asp)


Friday, January 16, 2009

Timnas Indonesia Bekuk Al Shabab

Performa Tim Nasional (Timnas) Pra Piala Asia (PPA) 2011 terus menunjukkan grafik yang meningkat. Gambaran itu terlihat dari hasil uji coba yang dijalani oleh pasukan Benny Dollo jelang penampilan perdananya di PPA 2011 kontra tuan rumah Oman di Stadion Sultan Qaboos, Senin, 19 Januari 2009.

Setelah ditahan seri 0-0 oleh tim Legiun Asing Selection (6/1) dan menang 3-1 atas Pelita Jaya U-21 (9/1) pada uji coba di Indonesia, timnas kembali merebut kemenangan pada uji coba terakhir yang digelar di Muscat, Oman, Kamis, 15 Januari 2009. Kali ini, timnas menjajal kekuatan tim lokal Oman, Al Shabab.

Asisten Manajer Timnas, Chandra Solekan melalui pesan singkat yang dikirim ke VIVAnews mengatakan, timnas berhasil mengalahkan Al Shabab dengan skor 3-2. Uji coba digelar dibawah guyuran hujan dengan suhu hanya mencapai 14 derajat celcius.

Dua gol timnas berhasil dicetak oleh Bambang Pamungkas menit ke-35 dan 55. ' Sedangkan satu gol lainnya disumbangkan oleh Budi Sudarsono saat pertandingan baru berjalan 14 menit.

Chandra menambahkan, klub Al Shabab merupakan penghuni Divisi I kompetisi Oman. Empat pemain asing bercokol di tim itu. Masing-masing berasal dari Brasil, Tunisia, dan Senegal.

”Divisi I merupakan kompetisi paling tinggi di Oman soalnya di sini tidak ada Divisi Utama,” kata Chandra, Kamis, 15 Januari 2009. [marco tampubolon/vivanews]

Monday, January 12, 2009

Apa kabar Sepakbola Indonesia

Seorang sahabat di daerah jawa timur, suatu saat pernah aku tanya soal kenapa webnya tidak pernah di isi dengan tulisan yang berbau sepakbola nasional, terutama dnegan PSSI nya, jawabnya simple, Capek mas. “saya dah berkali kali menulis soal NH dan PSSi nya tetapi makin lama kondisi persepakbolaan Indonesia makin terpuruk, entah bahasa apa yang bisa menggambarkan keadaan ini. Bangun suporter itu nama web dia, beberapa bulan bahkan hamper satu tahu terakhir saya tidak melihat ada tulisan baru disana, padahal sebelumnya web ini adalah bacaan rutin saya selain web pak bambang. Setali tiga uang dengan web bangun supporter, Web dedengngkot blog wonogiri tersebut juga jarang sekali di Update.

Benarkah sepakbola Indonesia sudah tidak mempunyai daya pikat untuk ditulis, terpuruknya kondisi timnas, PSSI yang makin aneh statusnya, Regulasi kompetisi yang kacau dan selalu di undur – undur. Semakin membuat keengganan untuk menuliskan tentang sepakbola nasional. Tapi kalau bukan kita siapa lagi, demikian gumam saya, hitam putih nya sepakbola kita sebagai warga Negara Indonesia kita terutama saya tetap kan terus mendukungnya.

Kompetisi lokal yang diundur
Keanehan jadwal dari BLI membuat euphoria masyarakat pecinta bola nasional semakin terasa enggan untuk dating ke stadion karena tidak jelasnya jadwal, berkali – kali BLI melakukan hal yang serupa dari tahun ketahun, ketidak profesionalan ini membuat sepakbola Indonesia akan susah bersaing di tingkat internasional.

Timnas yang Minim Prestasi
Target timnas tahun ini gagal total, ketika mereka menargetkan untuk minimal masuk ke final Piala AFF namun di semifinal mereka kandas di tangan Thailand. Eforia merah putih yang hadir di senayan serasa tidak menjadikan timnas makin semangat, entah karena faktor ketidakjelasan kompetisi yang membuat hal – hal tersebut terbawa ke Tim nas. Menghadapi Australia tanggal 28 Januari nanti, GBK mungkin tidak akan terpadati oleh para supporter merah putih, tapi semoga saja tidak.

PSSI yang Tidak jelas Statusya
Dari awal tahun 2008 hingga akhir tahun 2009 Status NH yang tidak jelas makin memperunyam sepakbola tanah air. Exco seolah – olah ingin melegalkan NH menjadi ketua PSSi samapai akhir jabatannya, padahal jelas FIFA mengultimatum PSSI agar segera merevisi statutanya, sampai tahun 2009, sepakbola kita tidak jelas siapa “bapaknya” wajar jika sepakbola kita makin terpuruk

Wednesday, December 24, 2008

Hadapi Pra-Piala Asia 2011, Bendol Panggil 27 Pemain

Benny Dolo memanggil 27 pemain untuk Pelatnas Pra-Piala Asia 2011 yang akan dimulai pada 27 Desember di Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Dalam rilis resminya yang dikeluarkan, Selasa (23/12), Benny Dolo memanggil beberapa muka baru dan membuang dua pemain lama dari skuad Piala AFF kemarin, yaitu Usep Munandar dan Fandy Mochtar.
Untuk mengisi posisi yang ditinggalkan dua pemain tersebut, Benny Dolo memanggil dua pemain belakang kaya pengalaman Ricardo Salampessy dan Maman Abdurahman.

Selain Ricardo Salampessy dan Maman Abdurrahman, Benny Dolo juga memanggil dua pemain muda asal klub PSM Makassar, Djayusman Triadi dan Rachmat Latif, yang tampil memesona bersama timnas U-21 di Piala Kemerdekaan.

Di lini tengah, Benny Dolo hanya menambahkan tiga pemain baru, yakni Pieter Rumaropen, Hariono dan Boaz Solossa. Khusus Boaz, pemanggilannya kali ini diproyeksikan untuk mengisi posisi gelandang sayap kiri. Sedangkan Pieter Rumaropen akan bersaing mendapatkan posisi gelandang serang bersama Firman Utina.

Sementara itu, di posisi penjaga gawang dan barisan striker tidak ada perubahan sama sekali.

Pada Pra-Piala Asia 2011, Indonesia tergabung di Grup B bersama Australia, Oman dan Kuwait. Pertandingan perdana, Indonesia akan bertandang ke kandang Oman, 19 Januari 2009.

Rencananya, timnas akan bertolak ke Oman, 12 Januari 2009. Sebelum bertanding lawan Oman, pasukan Benny Dolo akan menggelar satu kali uji coba kontra tim lokal di Oman, yang dijadwalkan 15 Januari 2009.

Daftar Pemain Timnas Untuk Pra Piala Asia 2011:
Kiper : Markus Harison, Fery Rotinsulu, Dian Agus Prasetyo

Pemain Belakang : Ismed Sofyan, Ricardo Salampessy, Nova Arianto, Maman Abdurahman, M Robby, Charis Yulianto, Rahmat Latif, Djayusman, Isnan Ali, Erol Iba

Pemain Tengah : Arif Suyono, Ellie Aiboy, Irsyad Aras, Ponaryo Astaman, Hariono, Syamsul Chaerudin, Firman Utina, Pieter Rumaropen, M Ilham, Boaz Solossa

Pemain Depan : Bambang Pamungkas, Budi Sudarsono, TA Mushafry, Aliyudin


Oleh Ahmad Yanuar

Sunday, December 21, 2008

Indonesia Gagal Melaju Ke Final AFF Suzuki Cup 2008

Kandas sudah harapan Indonesia untuk melaju ke final AFF Suzuki Cup 2008 usai dikalahkan Thailand 1-2 dalam leg-2 Semi final di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (20/12). Ini merupakan kekalahan kedua bagi Indonesia dari Thailand dalam system home and away. Thailand sendiri memastikan diri tampil final setelah unggul agregat 3-1 atas Indonesia

Tampil dengan pola dan komposisi pemain yang berbeda dari sebelumnya, Indonesia sebenarnya mampu unggul lebih dulu pada menit ke-10 babak pertama melalui Nova Arianto. Kecolongan lewat gol cepat Nova tersebut, membuat Thailand langsung memborbardir serangan ke gawang Indonesia. Tim Indonesia yang kali ini menggunakan tiga stopper dalam formasi 3-5-2, harus jatuh bangun mempertahankan gawangnya dari serangan bertubi-tubi dari pemain Thailand.

Penampilan gemilang Markus Harison turut pula membantu Indonesia dalam mempertahankan keunggulan hingga usai babak pertama.

Di babak kedua, Indonesia tetap belum bisa keluar dari tekanan pemain Thailand. Praktis, tim asuhan pelatih Benny Dolo ini hanya mampu bermain bertahan. Sebaliknya dengan Thailand yang mulai melancarkan berbagai macam variasi serangan kewat umpan – umpan silang maupun tendangan jarak jauh.

Setidaknya dua tendangan bebas dihadiahkan wasit kepada Thailand akibat pelanggaran yang dilakukan pemain Indonesia beberapa meter dari kotak penalti. Beruntung tak satu pun yang berbuah gol.

Sebenarnya, di tengah tekanan yang datang bertubi – tubi, Indonesia masih sesekali melakukan serangan sporadis. Budi Sudarsono yang menerima umpan dari Mushafry berhasil mendekati gawang Thailand. Namun karena terlalu lama menahan bola, usahanya tidak terlalu mengancam gawang Thailand.

Tak lama berselang, giliran tuan rumah yang mengancam gawang Indonesia. Pada menit ke-66, Teeratep Winothai yang mendapat umpan jauh berhasil melancarkan tendangan keras di dalam kotak penalti Indonesia. Namun kali ini Markus dengan cekatan menepis tendangan Teeratep.

Namun, gol Thailand memang tinggal menunggu waktu saja. Pada menit ke-71, Teeratep Winothai akhirnya berhasil memperdaya keperkasaan Markus Harison setelah menerima umpan tarik dari Teerasil Dangda. Skor pun berubah menjadi 1-1. rubah menjadi 1-1.

Hasil imbang tidak membuat pemain Thailand berhenti melakukan serangan. berawal dari kemelut di depan gawang Indonesia, pemain Thailand, Ronnachai Rangsiwo berhasil menambah skor bagi timnya di menit ke-88. Skor berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan Thailand.

Ketinggalan 1-2, Indonesia berupaya tampil menyerang. Perubahan taktik pun dilakukan oleh Benny Dolo. Ia memasukkan Irsyad Aras dan Arif Suyono sekaligus. Pola permainan berubah menjadi 5-4-1. Irsyad Aras ditempatkan di gelandang kiri, sementara Arif di gelandang kanan. Mereka diharapkan mampu melayani Bambang Pamungkas lewat umpan – umpan dari sayap. Namun, taktik ini tidak bisa berjalan sempurna karena pemain Thailand masih unggul dalam penguasaan bola. Hingga akhir pertandingan skor tetap tidak berubah, 2-1 untuk Thailand.

Skuad Indonesia :
Penjaga Gawang : Markus Harison

Belakang : Nova Arianto, M Roby, Charis Yulianto (c)

Tengah : Ismed Sofyan, Syamsul Chaerudin (Irsyad Aras), Ponaryo Astaman, Firman Utina, Isnan Ali

Depan : Budi Sudarsono (Bambang Pamungkas), Mushafry (Arif Suyono)

Friday, December 19, 2008

Surat untuk skuad merah putih

dear charis Dkk.
terima kasih atas perjuangan tidak kenal lelah kalian semua. yang terlah terus membawa indonesia hingga semifinal piala AFF ini. walaupun di leg pertama kemarin kita menyerah di tangan thailand. tanggal 20 nanti lagi lagi harapan kami letakkan di pundak kalian semua. semangat, kerja keras, koordinasi tim tentu akan membuat semua menjadi indah.
bukan hal mudah untuk bisa mengalahkan thailan di raja manggala. tapi aku yakin kalian bisa.
teringat beberapa cerita heroik jamn dulu yang mungkin bisa menambah semangat.

ketika piala asia tahun 1996 ketika gool canti widodo dan ronny wabia mengantarkan hasil seri dengan kuwait kala itu. lalu ketika tahun 2004 Budi dan ponaryo mencetak gol ketika menghempaskan qatar di china. dan yang masih terasa begitu digdayanya kita ketika bermain di GBK di piala asia kemarin. walaupun kalah tapi kehormatan tetap disanjungkan buat anda semua. semangat yang luar biasa pantang menyerah adalah kuncinya

thailand memang momok buat kita, tapi semua butuh awal untuk mengakhiri sesuatu dan awal itu adalah menjungkalkan thailand untuk mengakhirinya dengan kemenangan pertama kali buat kita.

apa yang bisa kita banggakan dari indonesia kalau bukan sebuah prestasi, carut marut di liga dan kepengurusan PSSI mungkin akan hilang sejenak, dengan rengkuhan prestasi dari kalian.

aku menunggumu di final nanti di Gelora Bung Karno. Stadion kebanggan kita. tempat yang paling nasionalis diantara tempat lainnya. tidak pernah semerinding DI GBK ketika menyanyikan lagu indonesia raya. dan kami masih menginginkan indonesia raya kembali berkumandang di GBK untuk mengakhiri tahun ini...


HAJAR THAILAND......

Sunday, November 30, 2008

Piala AFF di tengah situasi konflik

Piala AFF 2008 tinggal menghitung hari lagi, 5 Desember nanti, piala yang dihelat di 2 negara itu dimulai. Bertuan rumah di Thailand Dan Indonesia Piala yang disponsori oleh salah satu Pabrikan kendaraan Jepang ini blm terasa gaung nya hingga sekarang. Indonesia lebih beruntung dibanding Thailand, ketika Piala Asia Tahun kemarin, gaung yang tidak terasa hampir sama dengan sekarang, tapi lautan merah putih hadir memenuhi GBK senayan kala itu.

Sebenarnya yang menarik disimak apakah AFC memutuskan indonesia menjadi tuan rumah tunggal, atau tetap menyetujui Tuan rumah Thailand tetap menjadi tuan rumah setelah konflik di negara tersebut akhir akhir ini. Kabar terakhir persatuan sepakbola Thailand sudah memindahkan venue pertandingan kedaerah Pucket. Tinggal kita tunggu hasil dari AFC nanti.


Kalaupun jadi kita menjadi tuan rumah tunggal, mungkin sebuah keuntungan buat kita karena 100% akan bermain di depan ara suporter setianya. Akan tetapi, perlu diwaspadai juga dengan semangat Thailand. Keterpurukan keamanan politik di negerinya justru mungkin akan melecut semnagatnya untuk tampil ngotot. Seperti halnya irak tahun kemarin yang memenangi piala asia ditengah konfilk di negaranya.

Mampukah Indonesia memenangkan piala AFF untuk pertama kalinya?deraan konflik internal di tubuh PSSI, Bentrok antar suporter, pemukulan wasit, liga yang semakin atah berantah karena regulasi regulasi aneh dari BLI. Semoga ini bisa jadi pelecut BP dkk untuk memenangkan piala yang dulu bernama piala tiger tersebut

Data dan fakta Piala AFF dulu Piala Tiger


Hasil

Tahun

Juara

Hasil
(dalam kurung hasil
putaran pertama)

Runner-up

Tuan rumah

2007

Singapura

3 - 2 (2 - 1)

Thailand

Singapura dan Thailand

2004
(Detil)

Singapura

5 - 2 (3 - 1)

Indonesia

Vietnam dan Malaysia

2002

Thailand

2 - 2 (pen. 4 - 2)

Indonesia

Indonesia dan Singapura

2000

Thailand

4 - 1

Indonesia

Thailand

1998

Singapura

1 - 0

Vietnam

Vietnam

1996

Thailand

1 - 0

Malaysia

Singapura

Pencetak gol terbanyak


1