Showing posts with label komdis. Show all posts
Showing posts with label komdis. Show all posts

Friday, March 06, 2009

Hasil Sidang Komdis PSSI Ke-29

Berikut beberapa keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI dari persidangan tanggal 27 Februari 2009 di Sekretariat PSSI, Senayan, Jakarta. Sidang ke-29 Komdis ini menghasilkan enam keputusan, yaitu :

1. Pelita Jaya dihukum denda Rp. 20.000.000,- karena tingkahlaku buruk tim, Pelita Jaya mendapat 5 Kartu Kuning pada satu pertandingan. (ISL : PSMS Medan vs Pelita Jaya, tanggal 4 Februari 2009).

2. Charis Yulianto dihukum skorsing 1 kali pertandingan dan denda Rp. 10.000.000,- karena tingkahlaku buruk menginjak pemain Persik Kediri Sdr. Saktiawan Sinaga. (ISL : Sriwijaya FC vs Persik Kediri, tanggal 16 Februari 2009).

3. Persija Jakarta U-21 dihukum denda Rp. 10.000.000,- karena tingkahlaku buruk tim, Persija Jakarta U-21 mendapat 4 Kartu Kuning pada satu pertandingan. (ISL U-21 : Persita Tangerang U-21 vs Persija Jakarta U-21, tanggal 19 Februari 2009).

4. Persiba Balikpapan U-21 dihukum denda Rp. 10.000.000,- karena tingkahlaku buruk tim, Persiba Balikpapan U-21 mendapat 5 Kartu Kuning pada satu pertandingan. (ISL U-21 : Persiba Balikpapan U-21 vs Deltras Sidoarjo U-21, tanggal 16 Februari 2009).

5. Persibom Bolaang Mongondow dihukum denda Rp. 10.000.000,- karena tingkahlaku buruk tim, Persibom Bolaang Mongondow mendapat 5 Kartu Kuning pada satu pertandingan. (Div. Utama : PSIR Rembang vs Persibom Bolaang Mongondow, tanggal 16 Februari 2009).

6. PSMS Medan dihukum denda Rp. 10.000.000,- karena tingkahlaku buruk tim, PSMS Medan mendapat 4 Kartu Kuning pada satu pertandingan. (Copa : PSMS Medan vs Persiba Bantul, tanggal 20 Februari 2009).

Demikian beberapa keputusan Komdis pada sidangnya ke-29 yang ditandatangani oleh Ketua Komdis PSSI Hinca IP Pandjaitan, SH, MH, ACCS dan diumumkan melalui Komite Media PSSI.

Wednesday, February 25, 2009

kapolda kembali berulah.....

Polisi Tak Izinkan Laga Ulang Dua Pertandingan

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Alex Bambang Riatmodjo tidak mengizinkan pertandingan ulang antara PSIS Semarang melawan Persijap Jepara dan Gresik United (GU) melawan Persis Solo. Alex menilai Komisi Disiplin PSSI tidak menyetujui langkah pengamanan polisi dengan memutuskan laga ulang itu.

"Dengan keputusan itu, Komisi Disiplin atau Komdis PSSI tidak menginginkan pertandingan sepak bola berjalan aman," kata Alex, Selasa (24/2) di Semarang. Dia juga mengingatkan bahwa polisi memegang peran penting sebagai pemberi izin untuk setiap pertandingan sepak bola.

Komdis PSSI memutuskan pertandingan ulang karena polisi dinilai ikut campur dalam pertandingan. Sebelum laga PSIS melawan Persijap di Stadion Jatidiri Semarang, Minggu (15/2), Alex turun ke lapangan untuk menyampaikan pesan kepada penonton, pemain, dan ofisial agar tertib. Apabila ada pelanggaran yang memicu keributan, polisi tidak segan menangkap pelakunya.

Pada pertandingan antara GU dan Persis Solo di Stadion R Maladi Solo, Kamis (12/2), polisi menangkap Nova Zaenal (Persis Solo) dan Bernard Mamadou (GU). Kedua pemain itu terlibat baku hantam ketika pertandingan masih berlangsung.

"Saya hanya menyampaikan pesan. Apakah itu dianggap sebagai intervensi atau bahkan intimidasi," kata Alex. Menurut Alex, himbauan kepada publik sepak bola seperti dalam laga PSIS melawan Persijap itu merupakan prosedur umum dalam pertandingan sepak bola.

Kamis pekan lalu, Alex bertemu dengan Ketua Komisi Keamanan PSSI Ashar Suryobroto. Dalam pertemuan itu, Ashar mendukung bentuk pengamanan yang diterapkan Polda Jateng. Alex dan Ashar juga sepakat mengusulkan adanya nota kesepahaman mengenai pengamanan sepak bola antara Polri dan PSSI.

Alex juga berencana untuk menunda pertandingan di Jawa Tengah selama masa kampanye berlangsung. "Kami harus berkonsentrasi pada pengamanan pemilu. Semua pihak harus paham bahwa pertandingan harus ditunda," ujar Alex. [den/kompas]

1